![]() |
| Presiden Prabowo Subianto menekankan kolaborasi elite kunci utama pembangunan bangsa saat menerima pengurus Kadin pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta. | Foto arsip: BPMI Setpres/Laily Rachev |
Executive Summary ▼
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan kolaborasi elite kunci utama pembangunan bangsa yang membedakan keberhasilan dan kegagalan suatu negara saat bertemu jajaran pengusaha Kadin Indonesia di Istana Negara.
- Konsep elite bangsa didefinisikan mencakup seluruh unsur pimpinan, tidak hanya dari sektor politik dan ekonomi, tetapi juga intelektual, agama, budaya, seni, produsen, hingga buruh.
- Pemerintah mengapresiasi kesiapan Kadin dan Kabinet Merah Putih dalam menjalin sinergi sejak awal masa pemerintahan demi memprioritaskan kepentingan publik di atas perselisihan kelompok.
Kemampuan para pemimpin untuk bekerja sama menjadi pembeda mendasar antara negara yang berhasil dan negara yang gagal. Presiden Prabowo Subianto menegaskan kolaborasi elite kunci utama pembangunan bangsa saat bertemu jajaran pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat serta daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
"Yang terutama yang kita belajar adalah memang perlunya suatu sinergitas antara elite, perlunya ada kerja sama, kolaborasi. Semua bangsa yang berhasil elitenya bisa kerja sama. Semua negara yang gagal elitenya ribut," kata Prabowo.
Prabowo menilai pembangunan bangsa atau nation building merupakan proses panjang dan berat. Pembangunan bersifat lintas sektor sehingga seluruh potensi nasional harus bersatu agar pemanfaatan sumber daya berjalan optimal untuk rakyat. Sektor ekonomi, politik, budaya, hingga agama saling berkaitan erat dalam peradaban manusia.
Cakupan Elite Nasional dan Pengalaman Sejarah
Konsep elite bangsa tidak terbatas pada lingkup politik dan ekonomi semata. Unsur pimpinan nasional membentang luas di berbagai sektor kehidupan masyarakat.
"Apa yang kita maksud dari elite? Elite adalah unsur pimpinan. Jadi elite bangsa adalah elite politik, elite ekonomi, elite intelektual, elite agama, elite budaya, elite seni, elite produsen, elite buruh," ujar Kepala Negara.
Sejarah peradaban membuktikan pertentangan antar pimpinan yang berlarut-larut selalu mengintegrasikan hambatan bagi kemajuan suatu negara. Seluruh elemen kepemimpinan perlu memprioritaskan kepentingan publik dibanding perselisihan kelompok.
Apresiasi untuk Jajaran Kabinet dan Pengusaha
Pemerintah memberikan apresiasi kepada Kadin Indonesia dan Jajaran Kabinet Merah Putih atas kesiapan berkolaborasi sejak awal masa pemerintahan.
"Saya sangat terima kasih. Saya sangat gembira saudara-saudara, dari awal pemerintah yang saya pimpin saudara menunjukkan niat ingin bekerja sama, dan ingin berjuang bersama untuk kebaikan seluruh bangsa dan negara," tutur Prabowo.
