![]() |
| Presiden Masoud Pezeshkian menilai saat ini momentum terbaik untuk meraih peluang kesepakatan Iran dan AS melalui jalan diplomasi berdasarkan nota kesepahaman Juni.| ©Foto: Press TV |
Executive Summary ▼
- Presiden Pezeshkian tegaskan posisi Iran kuat, buka peluang kesepakatan diplomatik dengan AS.
- Perundingan diupayakan berdasarkan nota kesepahaman yang telah ditandatangani Juni lalu.
- Iran menuntut AS membangun kembali kepercayaan agar dialog bisa berjalan efektif.
- Meskipun membuka dialog, Iran tetap melontarkan kritik keras terhadap kebijakan luar negeri AS.
Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan saat ini merupakan momen paling tepat untuk mengamankan peluang kesepakatan Iran dan AS lewat jalur perundingan. Sebagaimana melansir laporan Middle East Monitor, Pezeshkian menilai posisi internal Teheran sedang berada pada kondisi puncak untuk memperjuangkan hak-haknya.
Konferensi pers kedua sejak ia menjabat pada Sabtu (8/8) menjadi panggung penegasan posisi Teheran. Perang dianggap tidak akan pernah menyelesaikan akar perselisihan antarnegara secara menyeluruh.
Dasar Nota Kesepahaman Juni
Pemerintah Iran memfokuskan penyelesaian sengketa pada kerangka kerja nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama AS pada Juni. Pendekatan ini baru berjalan efektif apabila Washington menghentikan narasi ketidakpercayaan dan memulihkan iklim saling percaya.
Pezeshkian menolak anggapan bahwa dokumen diplomasi tersebut merugikan kedaulatan negaranya. Tidak ada satu pun klausul di dalam nota kesepahaman yang memaksa Iran menyerahkan kepentingan nasional maupun posisinya.
Sikap Tegas terhadap Washington
Langkah diplomasi tidak melunakkan kritik Teheran terhadap rekam jejak kebijakan luar negeri Washington. Melalui kantor berita resmi IRNA, Pezeshkian melabeli AS sebagai negara kolonialis dan kriminal, sembari menegaskan identitas Republik Islam Iran tidak akan pernah berubah.
Sikap politik keras tersebut berjalan berdampingan dengan strategi dialog. Tekanan diplomasi Teheran dinilai berhasil memaksa AS kembali duduk di meja perundingan guna menyepakati pemahaman bersama.
