![]() |
| Mendikdasmen Abdul Mu'ti buka suara soal temuan 995 senjata api di ruang kepala yayasan sekolah swasta Pondok Pinang. Kasusnya ditangani polisi. | (Ilustrasi) Foto dok: Muhammdiyah |
Executive Summary ▼
- Mendikdasmen Abdul Mu'ti menanggapi temuan 995 senjata angin di ruang kepala yayasan sekolah swasta Pondok Pinang.
- Ratusan senapan dan pistol angin itu diduga impor, sedang didalami tujuannya oleh polisi.
- Kemendikdasmen telah berkomunikasi dengan sekolah, berkomitmen menjaga lingkungan aman bagi siswa.
- Mendikdasmen menyerahkan penjelasan aspek hukum dan penelusuran kasus kepada kepolisian.
995 senjata api yang ditemukan di sebuah ruangan kepala yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendapat perhatian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Kemendikdasmen telah berkomunikasi dengan pihak sekolah terkait temuan tersebut.
Mu'ti menyampaikan posisi kementeriannya dalam kasus itu saat berada di kompleks parlemen, Senin (10/8).
"Kami sudah komunikasi dengan pihak sekolah. Intinya begini, pertama, kalau kami di Kemendikdasmen itu kan berkomitmen untuk sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak," kata Mu'ti.
995 Senjata Api Ditemukan di Ruang Kepala Yayasan
Temuan tersebut berada di sebuah ruangan kepala yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang. Polisi mengungkap jumlah keseluruhan senjata mencapai 995 pucuk.
Rinciannya terdiri dari empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm, dan 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut ratusan senjata tersebut diduga merupakan hasil impor.
Polisi Dalami Tujuan Impor Senjata
Kepolisian masih mendalami alasan ratusan senjata itu diimpor. Penyidik menelusuri apakah senjata tersebut dimaksudkan untuk diperjualbelikan atau memiliki tujuan lain.
Mu'ti menyerahkan penjelasan mengenai aspek hukum dan temuan senjata kepada kepolisian sebagai aparat yang memiliki kewenangan dalam proses tersebut.
"Terkait dengan adanya temuan itu, mungkin aparatur keamanan, dalam hal ini kepolisian, yang lebih punya otoritas untuk menjelaskan," ujar Mu'ti.
Pengelolaan Sekolah Berada di Pemerintah Daerah
Kemendikdasmen menyatakan telah berkomunikasi dengan pihak sekolah. Mu'ti menyebut kementeriannya tidak memiliki kewenangan penuh terhadap pengelolaan sekolah karena urusan tersebut diserahkan kepada pemerintah daerah.
Posisi Kemendikdasmen dalam kasus ini berkaitan dengan upaya menjaga sekolah sebagai ruang aman bagi siswa.
Pemilik Sebut 995 Airsoft Gun Berizin
Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin Alhadid Endar Putra mengaku sebagai pemilik senjata yang ditemukan tersebut.
Alhadid menyatakan ratusan senjata itu merupakan airsoft gun dan seluruhnya memiliki izin.
"Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 (senpi) itu semua ada izinnya," kata Alhadid saat dihubungi.
"Airsoft gun, 995 (senpi) ya. Semua ada izinnya kok gitu," lanjutnya.
Pernyataan mengenai legalitas dan perizinan tersebut menjadi bagian dari informasi yang muncul setelah polisi mengungkap temuan 995 senjata di ruangan kepala yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang.
