Executive Summary ▼
- Kunjungan wisman ke Indonesia Semester I 2026 tembus 7,45 juta, pertumbuhan tertinggi kedua di Asia Tenggara.
- Jumlah ini tumbuh 5,71% dibanding tahun sebelumnya, didominasi turis Asia, dengan belanja rata-rata naik jadi $1.313.
- Mobilitas turis domestik juga meningkat, sementara perjalanan WNI ke luar negeri menyusut, menciptakan surplus kunjungan 2,99 juta.
- Sektor pariwisata menarik investasi Rp39,68 triliun, melonjak 16,64% secara tahunan.
Kunjungan wisman Indonesia periode Januari hingga Juni 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan atau tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sektor pariwisata nasional membukukan lonjakan performa positif di berbagai lini utama, mulai dari pergerakan turis domestik hingga arus modal investasi.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Indonesia menempati posisi negara dengan pertumbuhan kedatangan turis asing tertinggi kedua di wilayah Asia Tenggara.
Pertumbuhan Wisman dan Belanja Wisatawan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lonjakan kedatangan pelancong asing didominasi wisatawan asal kawasan Asia lainnya yang naik hampir 10 persen. Kedatangan dari wilayah Asia Tenggara mencatatkan kenaikan 8,22 persen, sedangkan pasar Oseania menyumbang pertumbuhan 6,60 persen.
Meningkatnya volume kedatangan diimbangi kenaikan kualitas aktivitas belanja. Nilai pengeluaran rata-rata turis asing per kunjungan terkerek 6,36 persen menjadi sekitar 1.313 dolar AS.
Mobilitas turis domestik turut memperkuat fundamental sektor ini. Wisatawan nusantara melakukan 630,41 juta perjalanan atau naik 2,71 persen ketimbang Semester I 2025. Perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri menyusut 2,40 persen menjadi 4,46 juta perjalanan. Selisih pergerakan tersebut menghasilkan surplus kunjungan sebesar 2,99 juta.
Widiyanti menegaskan keberhasilan strategi penyesuaian pasar (market pivot) dan intensifikasi promosi di wilayah potensial menjadi penentu lonjakan indikator bisnis pariwisata ini.
Lonjakan Arus Modal Pariwisata
Masuknya modal ke industri pariwisata menyentuh angka Rp39,68 triliun sepanjang semester pertama 2026. Nilai ini melesat 16,64 persen secara tahunan (year-on-year).
Komposisi perolehan modal terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp27,48 triliun yang tumbuh 9,39 persen, serta Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp12,19 triliun yang melonjak 37 persen.
Aliran dana tersebut mengalir pada pembangunan infrastruktur fisik destinasi, penguatan rantai pasok lokal, peningkatan kapasitas tenaga kerja, dan pembentukan titik pertumbuhan ekonomi baru di kawasan daerah.
