![]() |
| Keluarga awak kapal induk USS Lincoln memprotes pimpinan Angkatan Laut AS akibat ketidakpastian pengerahan di perang Iran, kelangkaan logistik, dan masalah sanitasi. |
Executive Summary ▼
- Keluarga awak kapal induk USS Lincoln memprotes pimpinan AL AS.
- Protes dipicu ketidakpastian jadwal pulang dari misi perang Iran.
- Juga masalah kelangkaan logistik dan sanitasi yang memburuk.
- Ketegangan diperparah rencana pemindahan pangkalan asal kapal.
Protes keras melayang dari keluarga awak kapal induk USS Lincoln kepada Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut AS, Hung Cao, dalam forum tatap muka di Naval Air Station North Island, San Diego, Kamis malam. Gelombang protes berlanjut dalam sesi pertemuan virtual yang diikuti lebih dari 200 peserta bersama pimpinan senior Angkatan Laut AS. Pertemuan tegang ini dipicu ketiadaan kepastian jadwal pulang bagi sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang sedang bertugas di kawasan perang Iran.
Hingga Jumat, kapal perang tersebut mencatatkan masa pengerahan selama 259 hari sejak bertolak dari San Diego pada 21 November. Kapal ini hanya dua kali bersandar, yakni di Guam pada Desember serta di Oman pada 7 Juli, yang menandakan para awak telah berada di tengah laut selama 208 hari berturut-turut. Ketegangan keluarga makin memuncak seiring rencana pemindahan pangkalan pangkalan asal (homeport) dari San Diego ke Bremerton, Washington, yang memberikan tenggat kepindahan 58 hari setelah kapal kembali, dengan target awal sekitar 31 Desember.
Hambatan Logistik dan Pasokan di Jalur Perang
Penutupan pangkalan logistik Armada ke-5 Angkatan Laut AS di Bahrain akibat eskalasi militer memicu kemacetan pasokan kebutuhan harian. Jalur distribusi dari darat ke kapal di Teluk Persia sempat lumpuh, berdampak pada tertahannya pengiriman surat, buah segar, sayuran, hingga stok barang harian kapal seperti pasta gigi dan sampo.
Wakil Laksamana Douglas Verissimo mengakui kendala rute logistik tersebut sempat memperburuk situasi pengiriman barang harian. "Ketika Bahrain tidak lagi menjadi pelabuhan untuk logistik, makanan, dan surat... semua peralatan yang berada di sana ketika penembakan dimulai menjadi tertahan di sana," jelas Verissimo.
Pihak militer kini menempatkan pengiriman bahan makanan sebagai prioritas utama, disusul perbekalan toko kapal dan dokumen pos secara bertahap.
Sanitasi Geladak dan Ancaman Kesehatan Mental
Di samping problem logistik, anggota keluarga membeberkan gangguan fasilitas fisik di atas kapal induk. Laporan mencakup sumbatan sistem pembuangan yang melumpuhkan fasilitas toilet di beberapa zona kapal untuk durasi panjang, hingga temuan kelembapan memicu pertumbuhan jamur (mildew) di area kamar mandi.
Wakil Laksamana Joseph Cahill mengonfirmasi keberadaan tim ahli higiene industri guna memeriksa kelayakan aliran udara dan kipas sistem ventilasi. Pada saat bersamaan, tekanan operasional di tengah perang Iran yang memasuki minggu ke-23 memunculkan kekhawatiran atas kelelahan fisik serta kondisi mental prajurit. Salah satu orang tua peserta forum mengungkapkan kekhawatiran putrinya yang merasa tidak akan selamat sampai masa tugas berakhir.
Penanganan depresi dan kelelahan mental prajurit dialokasikan lewat pengerahan konselor ketahanan, rohaniwan militer, serta pengawasan rutin melalui mekanisme Human Factors Councils.
Rencana Rotasi USS Theodore Roosevelt
Menjawab desakan kepastian kepulangan, Hung Cao menyampaikan skema penyiapan kapal induk USS Theodore Roosevelt menuju Timur Tengah sebagai pengganti tugas operasional USS Lincoln. Keputusan tanggal pasti pergantian armada belum dapat dipublikasikan demi kerahasiaan operasional militer.
Langkah pendampingan keluarga tetap diupayakan berjalan paralel lewat jaringan pusat dukungan armada. Para pejabat Angkatan Laut memuji profesionalisme seluruh anggota skuadron yang bertugas di bawah tekanan tinggi, sekaligus membuka jalur komunikasi lanjutan melalui ombudsman resmi unit.
