![]() |
| Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan kerja sama pertahanan Indonesia-AS tidak ditujukan untuk membangun pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Indonesia. | Dok: Kemhan |
Executive Summary ▼
- Kerja sama pertahanan Indonesia-AS dipastikan tidak diarahkan pada pembentukan pangkalan militer Amerika Serikat di Indonesia.
- Pertemuan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Menteri Perang AS Elbridge A Colby menyepakati perluasan latihan gabungan pasukan khusus dan pendidikan militer.
- Kemitraan difokuskan pada penguatan industri pertahanan nasional serta peningkatan kemampuan personel TNI berbasis prinsip merit.
Kementerian Pertahanan memastikan pengembangan kerja sama pertahanan Indonesia-AS tetap berpegang pada kedaulatan nasional tanpa memberikan ruang bagi keberadaan fasilitas militer asing. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan hal tersebut usai menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Perang Amerika Serikat Elbridge A Colby di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
"Pengembangan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat tidak diarahkan pada pembentukan pangkalan militer Amerika Serikat di Indonesia," kata Sjafrie dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).
Fokus Latihan Gabungan Pasukan Khusus dan Industri Pertahanan
Kedua negara mendiskusikan agenda teknis untuk memperkuat kapabilitas militer Indonesia. Pembahasan mencakup peningkatan latihan bersama, termasuk program latihan gabungan bagi pasukan khusus serta penguatan interoperabilitas sesuai kebutuhan nasional.
Sjafrie menggarisbawahi pentingnya kolaborasi di sektor industri pertahanan. Kemitraan ini ditargetkan untuk mendorong kemandirian Indonesia dalam menjaga wilayah kedaulatan melalui peningkatan kapasitas teknologi dan peralatan militer.
Pendidikan Personel TNI Berbasis Merit
Pada sektor sumber daya manusia, pemerintah mendorong pengiriman prajurit TNI untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan di Amerika Serikat. Penyeleksian personel akan menerapkan kriteria ketat berdasarkan kemampuan individu.
"Kesempatan bagi personel TNI untuk mengikuti pendidikan dan latihan di Amerika Serikat akan terus didorong dengan mengedepankan profesionalisme dan prinsip merit, sehingga personel yang memperoleh kesempatan merupakan mereka yang memiliki kompetensi dan memenuhi kualifikasi," ujar Sjafrie.
Pertemuan bilateral ini menjadi bagian dari implementasi Major Defense Cooperation Partnership yang menempatkan penguatan kemampuan pertahanan Indonesia sebagai prioritas utama. Seluruh program difokuskan untuk memberikan dampak langsung bagi kesiapsiagaan TNI.
