Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Kemenkomdigi Beberkan Enam Strategi Utama Transformasi Digital Indonesia

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo DTI-CX 2026 di Jakarta Pusat, Rabu 05082026
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta Pusat, Rabu 05/08/2026. | © Foto Dok. Kemkomdigi
Executive Summary ▼
  • Transformasi digital Indonesia dirutekan ulang agar tidak sekadar berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan memberi dampak langsung pada kualitas hidup masyarakat melalui prinsip terhubung, tumbuh, dan terjaga.
  • Pemerintah menargetkan koneksi internet 100 Mbps terjangkau untuk 10,8 juta rumah tangga, perluasan 5G, serta pembenahan kabel serat optik di lebih dari 500 ribu fasilitas publik.
  • Strategi ini ditopang enam pilar aksi untuk menyongsong Visi Indonesia Digital 2045 yang memproyeksikan ekonomi digital menyumbang 19% terhadap PDB nasional.

Pemerintah mereorientasi transformasi digital Indonesia agar tidak sekadar berfokus pada pembangunan fisik jaringan, melainkan memberi dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Langkah ini dieksekusi melalui pilar menyeluruh yang menyeimbangkan akses infrastruktur, pengembangan ekosistem, hingga aspek keamanan data.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat, menyampaikan skema ini saat mewakili Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada ajang Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (05/08/2026). Penetrasi internet nasional saat ini sudah melampaui 80 persen populasi dengan jangkauan 4G menembus lebih dari 98 persen.

Enam Strategi Utama Transformasi Digital Indonesia

Pengembangan ruang digital nasional bertumpu pada enam pilar aksi: konektivitas, kompetensi, modal, katalisis, perdagangan, dan kepatuhan. Enam instrumen ini dirancang guna menarik investasi baru, memicu lahirnya talenta berbakat, memperluas cakupan pasar, dan menjamin kepastian hukum.

"Fondasinya harus terhubung, ekosistemnya harus mampu tumbuh, dan setiap lapisannya harus tetap terjaga agar digitalisasi berlangsung aman dan terpercaya," tegas Edwin.

Tiga fondasi Terhubung, Tumbuh, Terjaga diposisikan seimbang. Konektivitas dipandang sebagai pembuka peluang, pertumbuhan sebagai pencipta nilai ekonomi, dan keamanan sebagai penjamin seluruh proses.

Ekspansi Ekosistem dan Fasilitas Publik

Di lini penyediaan akses, pemerintah menyiapkan koneksi internet berkecepatan hingga 100 Mbps berbiaya terjangkau untuk 10,8 juta rumah tangga memanfaatkan spektrum 1,4 GHz. Perluasan jaringan 5G dimaksimalkan melalui frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Pembenahan kabel serat optik diarahkan menyasar lebih dari 500 ribu fasilitas publik, melingkupi sekolah, faskes, kantor pemerintahan, hingga pusat ekonomi.

Peta pembangunan tidak cuma menghitung titik jaringan, melainkan mendata langsung sekolah, faskes, dan wilayah terisolasi yang memerlukan akses searah. Edwin mengibaratkan ekosistem digital bagai bangunan empat lantai: infrastruktur fisik, infrastruktur virtual (komputasi awan/keamanan siber), platform digital, dan aplikasi.

"Kalau kita hanya membangun infrastruktur fisik, kita seperti membangun jalan tanpa lalu lintas. Sebaliknya, jika platform dan aplikasi berkembang tanpa didukung infrastruktur yang memadai, kita hanya menciptakan kemacetan dalam ekonomi digital," jelasnya.

Proyeksi Visi Indonesia Digital 2045

Visi Indonesia Digital 2045 memproyeksikan sektor ekonomi digital sanggup menyumbang sekitar 19 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Potensi ini disokong limpahan bonus demografi pada 2030, di mana jumlah penduduk usia produktif diproyeksikan menembus 203 juta jiwa. Besarnya pangsa pasar disikapi dengan mendorong posisi Indonesia dari sekadar konsumen teknologi menjadi pencipta nilai tambah inovasi.

Sektor pemerintahan turut merealisasikan integrasi sistem. Layanan pusat data pemerintah saat ini dipakai oleh 403 instansi pusat serta daerah guna mengoperasikan sekitar 500 ribu sistem elektronik. Lewat Sistem Penghubung Layanan Pemerintah, proses integrasi data telah mencatatkan lebih dari 10,23 juta transaksi pertukaran data dalam program uji coba digitalisasi bantuan sosial.

Aspek keamanan dipastikan masuk sejak awal perancangan sistem, bukan ditempatkan sebagai pelengkap di akhir. Langkah perlindungan ini menjadi syarat mutlak dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengadopsian teknologi.

Penulis: Widiyan Pramesti
Editor: Juanda
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5