![]() |
| Mendag Budi Santoso mendorong 178 ASN yang akan pensiun untuk tetap produktif melalui wirausaha. Program ini didukung akses modal BRI dan waralaba Indomaret Group. | Foto dok: Kemendag |
Executive Summary ▼
- Kemendag dorong purnabakti berwirausaha bagi 178 ASN yang akan memasuki masa pensiun dengan menyediakan skema waralaba dan bantuan permodalan.
- Kolaborasi bersama Indomaret Group menyediakan skema Toko Mandiri Indogrosir (TMI), sementara BRI memberikan dukungan pembiayaan tanpa agunan.
- Kementerian memfasilitasi pegawai pensiunan untuk merambah pasar ekspor melalui program UMKM BISA Ekspor yang terhubung dengan perwakilan dagang luar negeri.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Perdagangan yang akan memasuki masa pensiun untuk tetap produktif dengan merintis usaha. Sebanyak 178 pegawai yang dijadwalkan purnabakti dalam kurun waktu empat tahun ke depan mendapatkan pembekalan intensif melalui lokakarya bertajuk “Purnabakti Berwirausaha: Dari Pengabdian Menuju Kesejahteraan” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Program ini dirancang untuk menghilangkan persepsi bahwa masa pensiun merupakan akhir dari produktivitas. Para pensiunan justru didorong memanfaatkan waktu luang untuk mencari peluang ekonomi baru melalui jalur kemitraan strategis.
Skema Waralaba dan Modal Tanpa Agunan
Guna mempermudah transisi dari abdi negara menjadi wirausahawan, Kementerian Perdagangan menjalin kerja sama dengan Indomaret Group dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pegawai dapat memanfaatkan skema Toko Mandiri Indogrosir (TMI) sebagai langkah awal memulai bisnis tanpa harus membangun dari nol.
"TMI dapat dilihat sebagai skema waralaba. Manfaatkan garasi rumah, kemudian Indogrosir dapat mempersiapkan barang dagangan, penataan toko, hingga manajemennya. BRI dapat membantu memberikan pinjaman sesuai kebutuhan tanpa agunan," ungkap Budi Santoso.
Chief Executive Officer Indomaret Group, Sinarman Jonatan, menambahkan bahwa pihaknya memberikan pendampingan penuh mulai dari pemilihan produk hingga operasional toko. Di sisi lain, Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, berkomitmen memberikan layanan sinergi bisnis bagi seluruh pekerja Kemendag dalam merencanakan masa depan keuangan mereka.
Peluang Pasar Ekspor bagi Pensiunan
Selain bisnis ritel domestik, Kementerian Perdagangan membuka akses bagi para purnabakti untuk menjadi eksportir melalui program UMKM BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor. Pegawai nantinya dapat melakukan presentasi produk ke perwakilan dagang Indonesia di luar negeri yang bertugas menghubungkan mereka dengan calon pembeli (buyer).
Sekretaris Jenderal Kemendag, Isy Karim, berharap pembekalan ini mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan yang mandiri. Langkah ini mendapat sambutan positif dari para pegawai. Wisnu Haryo Samudro, salah satu calon purnabakti, menyebut kegiatan ini sangat membantu kesiapan mental dan finansial pegawai sebelum masa pensiun tiba. Senada dengan itu, Teguh Sayekti berharap pendampingan berkelanjutan tetap berjalan setelah lokakarya ini selesai.
