Executive Summary ▼
- Iran ejek klaim Trump soal Selat Hormuz yang menyebut jalur air strategis tersebut akan segera ditetapkan sebagai wilayah kekuasaan Amerika Serikat.
- Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan Selat Hormuz tidak bisa direbut hanya lewat unggahan media sosial, kapal induk, perintah eksekutif, atau pidato politik.
- Pemerintah Iran memastikan blokade lalu lintas minyak dunia akan terus diberlakukan sampai Washington menerima kenyataan kekalahan strategisnya.
Iran ejek klaim Trump soal Selat Hormuz yang mengancam bakal menetapkan jalur air paling strategis di dunia tersebut sebagai wilayah kekuasaan Amerika Serikat. Mengutip laporan Tasnimnews Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan pembukaan maupun penutupan jalur perlintasan energi global itu sepenuhnya berada di bawah komando militer Teheran, bukan keputusannya Washington.
Gertakan Politik AS Dibalas Penegasan Blokade
Pernyataan keras Teheran muncul usai Donald Trump berpidato di akademi kepolisian Long Island, New York, pada Jumat lalu. Trump mengklaim bakal segera mengumumkan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat pascakekalahan pihak lawan. Menanggapi gertakan tersebut lewat akun X resminya, Gharibabadi menyebut retorika klaim kedaulatan atas jalur minyak dunia tidak memiliki pijakan riil di lapangan.
Kedaulatan atas Selat Hormuz tidak akan pernah bergeser hanya karena gertakan politik atau pengerahan armada tempur. Jalur perairan vital itu tidak dapat direbut melalui cuitan media sosial, penyiapan kapal induk, penerbitan perintah eksekutif, maupun pidato kampanye pemilihan. Teheran menegaskan posisinya tidak akan surut menghadapi tekanan militer maupun unjuk kekuatan yang dipamerkan Washington.
Ancaman Terhadap Jalur Energi Global
Konflik kedaulatan di kawasan perairan ini memegang peranan krusial bagi pasokan bahan bakar dunia. Sekitar seperlima dari total konsumsi minyak bumi jalur laut global melintasi Selat Hormuz setiap harinya. Keputusan Iran mempertahankan blokade berpotensi mengguncang stabilitas distribusi dan harga energi di pasar internasional secara mendalam.
Pemerintah Iran mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk menyadari realitas posisi militernya di kawasan tersebut. Gharibabadi menyatakan Washington telah menderita kekalahan besar dan strategis. Selat Hormuz dipastikan tetap berada dalam kendali Teheran, dan operasi penutupan perairan akan terus berlanjut selama AS enggan menerima kenyataan kekalahannya.
