Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Harga Bitcoin Turun ke US$ 62.896 akibat Tekanan Pasar Kripto Global

Ilustrasi Bitcoin dengan latar belakang grafik digital
Harga Bitcoin turun 3,1% ke level US$ 62.896 per koin pada Sabtu (1/8/2026) pagi di tengah pelemahan kapitalisasi pasar kripto global yang tergerus 2,1%. | Foto: Generate AI

Pasar aset digital kembali memerah pada pembukaan perdagangan pekan pertama bulan ini. Harga Bitcoin turun 3,1% ke level US$ 62.896 (sekitar Rp 1,13 miliar dengan kurs Rp 18.029 per dolar AS) pada Sabtu (1/8/2026) pukul 08.10 WIB.

Data CoinMarketCap mencatat penurunan ini berjalan seiring dengan kapitalisasi pasar kripto global yang tergerus 2,1% menjadi US$ 2,16 triliun dalam 24 jam terakhir. Tekanan juga mengikis Indeks CoinDesk 20 sebesar 2,55%. Ethereum merosot 3,09% ke posisi US$ 1.865, sementara Binance Coin (BNB) terkoreksi 0,45% ke level US$ 588.

Meskipun terkoreksi di akhir Juli, Bitcoin mempertahankan akumulasi kenaikan sekitar 7,5% sepanjang bulan lalu. Ketahanan ini terjadi di tengah rampungan sentimen negatif: ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, kenaikan imbal hasil obligasi AS, koreksi saham AI, hingga kasus peretasan dompet kripto Coldcard.

Tekanan Likuidasi Derivatif Mereda

Analis Bitfinex mengidentifikasi bahwa daya tahan Bitcoin kali ini ditopang oleh meredanya gelombang aksi jual paksa (forced selling). Tekanan akibat likuidasi besar yang sempat memuncak pada akhir Juni kini berkurang signifikan.

Rata-rata nilai likuidasi harian di pasar derivatif kripto tercatat berada di bawah rentang normal tahunan yang biasanya menembus US$ 400 juta hingga US$ 500 juta per hari. Kondisi tersebut menahan penurunan harga agar tidak merosot lebih dalam meski pasar terhantam dinamika makroekonomi.

Proyeksi Pergerakan Bitcoin Agustus

Pergerakan harga sepanjang Agustus diproyeksikan masih berada dalam fase fluktuatif dengan rentang terbatas (range-bound). Research Analyst Bitget Wallet Lacie Zhang menjelaskan bahwa pergerakan naik-turun dalam kisaran tertentu akan bertahan sampai ada katalis baru, seperti penurunan imbal hasil riil atau kembali derasnya arus masuk modal ke ETF Bitcoin spot.

Managing Partner STS Digital Jeff Anderson menambahkan bahwa ketidakpastian ekspektasi investor terhadap arah kebijakan moneter The Fed antara potensi penurunan, penahanan, atau kenaikan suku bunga memicu masuknya pasar ke fase volatilitas baru.

Pelaku pasar saat ini mencermati rilis data ketenagakerjaan AS pekan depan untuk membaca arah kebijakan moneter. Di saat bersamaan, industri memantau potensi tekanan dari aksi jual aset hasil peretasan Coldcard yang membobol sedikitnya US$ 38 juta Bitcoin.

Penulis/Editor: Bagus Setiawan
Tags: Bisnis
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5