![]() |
| Dewan Komisaris memberhentikan sementara Reza Aulia Hakim dari jabatan Direktur Niaga Garuda Indonesia per 14 Agustus 2026. Penunjukan Plt segera dilakukan. | Ilustrasi Foto: garuda Indonesia |
Executive Summary ▼
- Direktur Niaga Garuda Indonesia dicopot sementara berdasarkan keputusan Dewan Komisaris yang berlaku efektif mulai 14 Agustus 2026.
- Manajemen menunjuk salah satu anggota Direksi sebagai pelaksana tugas (Plt) untuk memastikan seluruh kegiatan operasional maskapai tetap berjalan normal.
- Saham GIAA terkoreksi 2,70 persen ke posisi Rp72 bertepatan dengan pengumuman pemberhentian tersebut di Bursa Efek Indonesia.
Direktur Niaga Garuda Indonesia dicopot sementara dari posisinya berdasarkan keputusan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Keputusan pemberhentian sementara terhadap Reza Aulia Hakim tersebut berlaku efektif mulai 14 Agustus 2026.
Keputusan Dewan Komisaris mengacu pada rujukan surat dari Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN tertanggal 11 Agustus 2026. Keterangan resmi perusahaan tidak merinci alasan di balik pencopotan pimpinan bidang niaga maskapai pelat merah tersebut.
Penunjukan Plt dan Kepastian Operasional Maskapai
Kekosongan jabatan direksi ditindaklanjuti dengan penyiapan pelaksana tugas (Plt) dari jajaran direksi yang aktif. Mekanisme ini merujuk pada Pasal 11 ayat 15 huruf a Anggaran Dasar perseroan mengenai pengisian lowongan jabatan direksi.
"Dewan Komisaris menetapkan pemberhentian sementara Sdr. Reza Aulia Hakim dari jabatannya sebagai Direktur Niaga Perseroan sejak tanggal 14 Agustus 2026," ujar Sekretaris Perusahaan & Kepala TJSL Group Garuda Indonesia, Andreas Tumpal H. Hutapea, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/8/2026).
Penunjukan Plt memberikan porsi kekuasaan dan wewenang penuh setara pejabat definitif. Andreas memastikan perubahan susunan manajemen tidak mengganggu layanan penerbangan maupun aktivitas bisnis maskapai.
Reza Aulia Hakim menjabat Direktur Niaga Garuda sejak 30 Juni 2025 melalui RUPS Luar Biasa dengan masa jabatan hingga RUPS Tahunan kelima. Mantan Direktur Niaga PT Citilink Indonesia dan Direktur Komersial PT Gapura Angkasa ini menguasai 16.841 lembar saham GIAA.
Pergerakan Saham GIAA dan Isu Konsolidasi Pelita Air
Pengumuman pemberhentian sementara direksi berimbas pada pergerakan saham GIAA di bursa. Saham maskapai BUMN ini terkoreksi 2 poin atau 2,70 persen ke posisi Rp72 per lembar pada perdagangan Kamis (13/8/2026).
Koreksi harga terjadi setelah saham GIAA sempat melonjak 35,85 persen dalam kurun waktu sepekan terakhir. Lonjakan harga saham sebelumnya dipicu antusiasme investor menunggu rilis laporan keuangan kuartal II-2026 serta kabar konsolidasi Pelita Air ke dalam ekosistem Garuda Indonesia Group.
Kepala Riset KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai potensi integrasi Pelita Air bakal mengubah portofolio merek grup maskapai negara. Langkah ini membutuhkan kejelasan arah strategis terkait pembagian fokus bisnis antarentitas.
