![]() |
| Cak Imin menggandeng Baznas untuk memperkuat ekosistem ekonomi umat dan pesantren guna menekan angka kemiskinan di Indonesia melalui program pemberdayaan. | Ilustrasi Foto: dok fraksi PKB |
Executive Summary ▼
- Cak Imin dan Baznas berkolaborasi menekan angka kemiskinan nasional.
- Fokus pada pembangunan ekosistem ekonomi umat melalui pemberdayaan pesantren.
- Tujuannya adalah transformasi dari bantuan sosial menjadi kemandirian ekonomi berkelanjutan.
- Program seperti Zmart Pesantren, BUMi, dan Santripreneur diluncurkan, menjadikan pesantren motor penggerak.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai mitra pemerintah untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia. Kolaborasi ini berfokus pada pembangunan ekosistem pemberdayaan ekonomi umat agar bertransformasi dari sekadar pemberian bantuan sosial dasar menuju pola kemandirian.
Peluncuran program penguatan ekonomi tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Minggu (9/8/2026). Muhaimin menyatakan bahwa Baznas berhasil mengatasi kemiskinan tidak hanya secara karitatif, tetapi juga menumbuhkembangkan ekosistem yang berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai krusial untuk menghadapi kompleksitas tantangan ekonomi saat ini.
Pesantren sebagai Motor Penggerak
Lingkungan pesantren memiliki potensi besar untuk memutus mata rantai kemiskinan karena memiliki fondasi sosial dan ekonomi yang tangguh serta kredibel dari zaman ke zaman. Pemerintah memandang lembaga pendidikan Islam ini sebagai pilihan utama dalam mengentaskan kemiskinan berbasis komunitas.
Tiga program utama yang diluncurkan meliputi Zmart Pesantren, Baznas Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur. Program-program ini menyasar penguatan ekonomi langsung dari tingkat akar rumput. Integrasi dana zakat produktif melalui jaringan pesantren diharapkan mampu mempercepat pemerataan ekonomi agar hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara bersama-sama.
