Executive Summary ▼
- Jaminan keuangan Bank Dunia sebesar US$750 juta resmi disalurkan kepada Bank Mandiri melalui skema MIGA untuk mendanai program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
- Dana hasil pembiayaan berjangka tiga tahun tersebut dialokasikan untuk memperluas akses pinjaman berbunga rendah bagi UMKM di sektor ritel, jasa, pertanian, hingga perikanan.
- Program ini memprioritaskan keterlibatan pengusaha perempuan melalui Rencana Aksi Gender, mengingat kaum perempuan mengelola sekitar 65 persen UMKM di Indonesia.
Bank Dunia mengumumkan pemberian jaminan keuangan senilai US$750 juta kepada Bank Mandiri. Pengumuman hari Kamis tersebut memuat skema penyaluran dana ke dalam program pinjaman berbunga rendah pemerintah bagi usaha kecil.
Badan Penjaminan Investasi Multilateral (MIGA) bertindak sebagai penjamin transaksi pembiayaan dari raksasa keuangan HSBC kepada Bank Mandiri dengan jangka waktu tiga tahun yang terbagi dalam dua tahap. Direktur Perbendaharaan dan Perbankan Internasional Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menyatakan transaksi ini menandai tonggak penting sekaligus menegaskan kepercayaan komunitas keuangan internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia serta kekuatan institusi perbankan nasional.
Penyaluran Kredit untuk Sektor UMKM
Alokasi dana tersebut langsung masuk ke dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Indonesia. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah menyumbang sekitar 60 persen dari produk domestik bruto negara yang bernilai 1,45 triliun dolar AS serta menyerap sebagian besar angkatan kerja lokal.
Pernyataan resmi Bank Dunia menyebutkan hasil pinjaman membiayai dan membiayai kembali pinjaman bagi bisnis sektor ritel, jasa, pedagang kaki lima, petani, serta nelayan. Data Kementerian Keuangan Indonesia mencatat program KUR telah menjangkau 2,65 juta orang dan entitas bisnis dengan total penyaluran mencapai 169 triliun rupiah atau setara 9,4 miliar dolar AS hingga 22 Juli tahun ini.
Fokus Pemberdayaan Pengusaha Perempuan
Kalangan pengusaha perempuan memegang peran sentral dalam peta jalan pembiayaan ini. Bank Dunia mencatat kaum perempuan memiliki atau mengelola sekitar 65 persen UMKM di Indonesia, sehingga perluasan akses kredit formal menjadi instrumen pemerataan kemakmuran.
Bank Mandiri menyepakati Rencana Aksi Gender untuk memperluas jangkauan pinjaman kepada badan usaha milik perempuan.
