Gejolak politik dan pertahanan melanda internal Ukraina secara mendadak akibat perombakan kabinet di tengah perang. Berdasarkan data yang dikutip dari Kompas, keputusan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang mencopot Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov memicu gelombang aksi protes di sejumlah kota. Di ibu kota Kyiv, massa berumur muda memadati Lapangan Ivan Franko dengan membawa poster kecaman seperti "Jangan Sentuh Fedorov" dan "Hentikan Sabotase Kemenangan" untuk menentang kebijakan sepihak tersebut pada Kamis (16/7/2026). Seorang demonstran sipil, Maria Lavrynets (31), menyatakan kekecewaannya mengingat rekam jejak Fedorov yang terbukti mampu menjaga motivasi bertempur para tentara di lapangan.
Kekecewaan serupa menjalar ke garis depan pertempuran hingga memicu aksi lepas jabatan dari perwira tinggi. Pavlo Yelizarov, sosok komandan unit drone terkemuka, memilih meletakkan jabatannya sebagai Wakil Komandan Angkatan Udara Ukraina lantaran menganggap pemecatan Fedorov merupakan keburukan besar bagi pertahanan negara. Di sisi lain, prajurit Angkatan Darat bernama Oleksandr menyebut langkah mengejutkan dari Zelensky ini sebagai blunder terbesar sepanjang masa kepresidenannya yang tidak didukung oleh kalangan militer maupun sipil. Dukungan moral juga datang dari blogger terkemuka Serhii Sternenko, mantan penasihat kementerian, yang menyayangkan hambatan birokrasi buatan yang sempat menjegal agenda reformasi luas Fedorov.
Spekulasi di Balik Pemecatan dan Kandidat Pengganti
Hingga saat ini, pihak kepresidenan belum merilis alasan resmi terkait pendepakan menteri berusia 35 tahun tersebut. Rumor yang beredar di publik mengarah pada gesekan prinsipil antara Fedorov dengan Panglima Angkatan Bersenjata Oleksandr Syrskyi yang memiliki pola pikir militer lebih konvensional. Penilaian negatif lain menyoroti lambatnya eksekusi Fedorov dalam melakukan perombakan pada sistem mobilisasi pasukan. Langkah tindak lanjut kini bergeser ke parlemen Ukraina yang dijadwalkan segera melakukan pemungutan suara demi menentukan posisi menteri baru, di mana Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko ditunjuk menjadi kandidat tunggal pengganti.
Fedorov sendiri langsung merespons pemecatan dirinya melalui unggahan di akun Facebook pribadi dengan memaparkan deretan pencapaian taktis kementerian. Dia menegaskan komitmennya untuk tetap membantu pertahanan negara dengan memanfaatkan aspek asimetri, kecepatan inovasi teknologi, serta kekuatan manajemen organisasi. Sejak menakhodai kementerian pada Januari lalu setelah sempat menjabat Menteri Transformasi Digital, pria muda ini diakui sukses membersihkan praktik korupsi di internal pertahanan dan menerapkan sistem berbasis data untuk mendongkrak performa tempur.
Rekam Jejak Inovasi Perang dan Teknologi Tinggi Fedorov
Pemberhentian ini menjadi ironi mengingat kontribusi besar yang ditorehkan Fedorov sejak invasi Rusia bergulir pada 2022. Dia merupakan tokoh utama di balik pembentukan sukarelawan "Tentara IT Ukraina" yang bertugas melancarkan operasi siber massal ke sistem komputer Rusia. Proyek fenomenal "Army of Drones" yang berhasil menggalang dana global untuk pengadaan pesawat tanpa awak juga lahir dari inisiasinya, termasuk pengenalan sistem penghargaan berupa kredit bagi unit militer yang sukses melumpuhkan alutsista musuh.
Gaya perang modern yang bertumpu pada keunggulan teknologi terus menjadi fokus utama Fedorov. Pada awal pertempuran, dia meluncurkan lobi langsung kepada pendiri SpaceX Elon Musk untuk memblokir akses jaringan satelit Starlink bagi pasukan Rusia, sebuah intervensi yang sukses mengacaukan jalur komunikasi garis depan musuh. Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Pertahanan Ukraina juga menjadi aktor utama di balik serangkaian serangan strategis yang menghantam basis pertahanan Rusia di kawasan Semenanjung Crimea.