Polisi India menangkap pemimpin oposisi Rahul Gandhi di tengah gelombang protes mahasiswa bertajuk "Gerakan Kecoa" (Cockroach Movement) yang kian meluas di New Delhi. Gandhi diseret paksa aparat saat menggelar aksi duduk di luar kediaman resmi Perdana Menteri Narendra Modi, Selasa malam waktu setempat.
Melansir laporan Aljazeera, ketegangan meningkat setelah Gandhi menyerukan mobilisasi massa secara terbuka di depan rumah Modi. Aksi ini merupakan respons atas tindakan represif kepolisian terhadap demonstrasi mahasiswa sehari sebelumnya. Tokoh oposisi tersebut menuntut pengunduran diri PM Modi, Menteri Dalam Negeri Amit Shah, dan Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan.
Anggota partai Kongres Nasional India, Pawan Khera, mengonfirmasi penangkapan tersebut melalui media sosial. Polisi mengangkut Gandhi menggunakan kendaraan dinas setelah sempat terjadi dorong-dorongan. Rekaman video amatir memperlihatkan para pengunjuk rasa berupaya membentengi Gandhi yang terbaring di tanah saat disergap petugas. Adik perempuan Gandhi, Priyanka Gandhi, turut diangkut ke kantor polisi terdekat bersama sejumlah elite partai oposisi lainnya. Unggahan lanjutan di platform digital mengindikasikan Gandhi mengalami luka fisik selama proses penahanan.
Pemicu Kericuhan dan Tuntutan Reformasi
Eskalasi massa dipicu oleh tindakan keras Kepolisian Delhi pada Senin lalu. Aparat menembakkan gas air mata dan memukuli demonstran menggunakan pentungan saat ribuan mahasiswa merangsek menuju gedung parlemen. Gerakan protes yang awalnya digerakkan pemuda kini mendapat simpati publik luas, menarik simpati kelompok profesional hingga jaringan keluarga.
Aksi ini menjadi tantangan politik terbesar bagi pemerintahan Modi dalam beberapa tahun terakhir. Melalui akun media sosialnya, Gandhi menuduh Modi menghancurkan masa depan generasi muda India dan menolak mendiskusikan krisis pendidikan di Parlemen.
Gelombang massa berlanjut di Jantar Mantar, kawasan demonstrasi legal di New Delhi. Ribuan orang bertahan di bawah penjagaan ketat kepolisian. Mereka menegaskan tidak akan membubarkan diri sebelum menteri pendidikan meletakkan jabatan akibat kegagalan sistemik dalam tata kelola ujian nasional India.
Asal-usul Gerakan Kecoa
Pendiri Cockroach Janta Party, Abhijeet Dipke, menyatakan protes ini bermula dua bulan lalu sebagai satire politik. Nama gerakan diambil dari pernyataan seorang hakim Mahkamah Agung India yang menyamakan pemuda dengan "kecoa". Sentimen publik bergeser menjadi gerakan perlawanan masif setelah aktivis terkemuka, Sonam Wangchuk, dipindahkan paksa ke rumah sakit oleh petugas medis dan polisi saat menjalani mogok makan selama tiga minggu.
Data kepolisian Delhi mencatat 180 orang terluka akibat bentrokan fisik. Korban terdiri dari 118 personel keamanan dan 60 demonstran mahasiswa. Rekaman visual yang beredar memperlihatkan sejumlah mahasiswa Generasi Z menangis menahan pukulan aparat, sementara sebagian lainnya bertahan di barisan depan.
Sona Bisht, mahasiswa peserta aksi berusia 20 tahun, menegaskan tindakan keras aparat justru memperkuat solidaritas antargenerasi. Demonstran bersikeras mempertahankan posisi di jalanan New Delhi sampai tuntutan jaminan masa depan pendidikan dipenuhi pemerintah.