Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sore ini menjadi pusat pergerakan jajaran pemerintahan. Para menteri, wakil menteri, bersama jajaran kepala lembaga berdatangan untuk mengikuti agenda sidang kabinet paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto, Senin (20/7/2026). Berdasarkan data yang dikutip dari Investor Daily, pergerakan kedatangan jajaran Kabinet Merah Putih terpantau mulai memasuki pintu gerbang istana dari jam 14.08 WIB demi mendengarkan langsung poin-poin arahan strategis kepala negara.
Pejabat negara yang hadir mengikuti pertemuan ini terlihat sangat lengkap. Beberapa di antaranya yang masuk area gedung istana yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti. Hadir pula Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Reformasi Kepolisian Ahmad Dofiri, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang, bersama Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari.
Evaluasi Lintas Kementerian dan Lembaga Negara
Pertemuan besar ini menjadi momen pertama berkumpulnya seluruh elemen kabinet setelah rapat paripurna terakhir kali digelar pada 13 Maret 2026. Kala itu, pembahasan difokuskan pada pemetaan logistik menyambut Idulfitri 1447 Hijriah, dalam menjaga stabilitas pangan dan pasokan energi nasional, serta memitigasi imbas konflik bersenjata di wilayah Timur Tengah terhadap ketahanan ekonomi dalam negeri. Rapat sore ini kembali memegang peran vital sebagai wadah resmi untuk menyelaraskan arah kebijakan kementerian dan lembaga negara agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi di lapangan.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, memberikan keterangan singkat di area halaman istana sesaat sebelum memasuki ruangan rapat utama. Dia memaparkan bahwa esensi dari undangan pertemuan hari ini adalah mendengarkan instruksi langsung presiden mengenai strategi percepatan target-target pembangunan.
“Undangannya sidang paripurna. Kemungkinan untuk arahan presiden untuk percepatan program-program pembangunan dan program unggulan presiden,” ujar Hasan memberikan konfirmasi.
Hasan sendiri belum menjabarkan sektor kementerian mana saja yang performanya akan dievaluasi secara khusus oleh presiden pada jalannya rapat sore ini. Pertemuan tertutup tersebut ditujukan menjadi pendorong serapan anggaran dan realisasi program prioritas nasional yang sudah dicanangkan sejak awal masa jabatan.