![]() |
| Nilai tukar rupiah melemah 15 poin ke posisi Rp17.963 per dolar AS selama sepekan. Konflik AS-Iran dan kebijakan tarif impor mengancam pergerakan kurs pekan depan. | Ilustrasi Foto: Generate AI |
Potensi Melemah Tembus Rp18.000
Nilai tukar rupiah berisiko melanjutkan tren pelemahan hingga menyentuh rentang Rp17.960 hingga Rp18.020 per dolar AS pada perdagangan Senin mendatang. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengonfirmasi ancaman tersebut imbas tingginya kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga minyak dunia akibat pertempuran AS-Iran di Timur Tengah, sebagaimana melansir laporan Investor Daily.
Eskalasi geopolitik bukan satu-satunya penekan mata uang domestik. Rencana pengenaan tarif impor baru sebesar 10% oleh pemerintah AS terhadap negara mitra dagang, termasuk Indonesia, turut membayangi pergerakan valuta asing. Ibrahim memperkirakan fluktuasi kurs sepanjang pekan depan bergerak lebar pada kisaran Rp17.880 sampai Rp18.250 per dolar AS.
Rincian Pergerakan Kurs Rupiah Sepekan
Tekanan geopolitik global melengkapi catatan merah mata uang garuda selama periode 20 hingga 24 Juli 2026. Dalam sepekan, rupiah secara keseluruhan terkikis 15 poin atau 0,08% dari posisi awal Rp17.948 menuju level Rp17.963 per dolar AS.
Sesi penutupan pekan pada Jumat (24/7/2026) mencatat rupiah dibuka melorot 33 poin (0,18%) ke level Rp17.969 per dolar AS. Nilai tersebut terus terkoreksi hingga sore hari dengan depresiasi akhir 27 poin (0,15%) ke posisi Rp17.963 per dolar AS.
Sehari sebelumnya, Kamis (23/7/2026), mata uang bergerak melemah sejak pembukaan di level Rp17.924 per dolar AS (turun 0,04%), lalu mengakhiri perdagangan sore pada angka Rp17.936 per dolar AS setelah tergerus 19 poin.
Rekam Jejak Transaksi Awal Pekan
Pola depresiasi beruntun tersebut membalikkan posisi penguatan yang sempat terjadi pada Selasa (21/7/2026). Hari itu menjadi satu-satunya momen apresiasi rupiah dalam sepekan, dibuka menguat ke Rp17.937 per dolar AS dan ditutup melonjak 60 poin (0,33%) ke level Rp17.888 per dolar AS.
Rabu (22/7/2026), tren balik arah langsung terjadi. Pasar membuka transaksi dengan pelemahan rupiah ke Rp17.934 per dolar AS (turun 0,26%), sebelum ditutup terpuruk 29 poin di level Rp17.917 per dolar AS.
Awal pekan pada Senin (20/7/2026) sebenarnya diawali tekanan berat ketika rupiah anjlok 65 poin (0,36%) saat pembukaan ke posisi Rp17.986 per dolar AS. Meski sempat menipiskan ketertinggalan di sesi sore, mata uang nasional tetap terkunci melemah 27 poin pada level Rp17.948 per dolar AS.
