![]() |
| Kementerian Luar Negeri Iran mengancam akan meluncurkan balasan tidak terduga terhadap Ukraina menyusul serangan drone yang menewaskan pelaut mereka di Laut Kaspia. | Ilustrasi Foto: Dihasilkan AI |
Iran ancam balasan tak terduga Ukraina menyusul insiden mematikan yang menimpa armada kapal dagang mereka di kawasan perairan Laut Kaspia. Sikap keras ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers mingguan di Teheran, sebagaimana dikutip dari rilis resmi pada Selasa (28/7/2026).
Baghaei menyatakan bahwa operasi militer yang diluncurkan oleh Kyiv merupakan tindakan ilegal dan berbahaya. Aksi tersebut dinilai melanggar prinsip-prinsip dasar yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Respon diplomatik juga berjalan cepat dengan dipanggilnya kuasa usaha Ukraina di Teheran oleh otoritas luar negeri Iran guna menerima nota kecaman atas tindakan yang mereka sebut sebagai aksi kriminal.
Tuduhan Intervensi Israel di Balik Perintah Zelensky
Ketegangan ini menguatkan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menuntut pertanggungjawaban langsung dari pihak Kyiv. Araghchi menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berada di balik komando serangan terhadap kapal kargo tersebut. Hantaman rudal atau peledak memicu ledakan besar pada lambung kapal, menewaskan satu orang pelaut Iran serta melukai beberapa kru kapal lainnya.
Araghchi mengklaim Zelensky menjalankan agenda luar negeri Israel guna menyeret kekuatan Eropa ke dalam konflik bersenjata regional. Terkait situasi ini, posisi diplomatik Iran telah diteruskan kepada Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Otoritas Teheran membantah keras tuduhan intelijen barat dan menegaskan mereka tidak pernah ikut campur dalam perang antara Rusia dan Ukraina.
Klaim Serangan Jarak Jauh Drone Ukraina
Sudut pandang berbeda datang dari pihak Kyiv. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pasukannya berhasil mengeksekusi serangan jarak jauh berdaya jangkau tinggi ke wilayah Laut Kaspia. Target operasi tersebut diarahkan pada kapal-kapal yang diidentifikasi mengangkut muatan militer terafiliasi dengan jaringan pertahanan Iran, termasuk satu unit kapal perang.
Badan intelijen Ukraina memperkuat klaim tersebut dengan menyatakan bahwa unit drone mereka menyasar kapal kargo yang masuk dalam daftar sanksi internasional. Kyiv mendeteksi kapal-kapal ini beroperasi secara berkala untuk memobilisasi logistik militer serta persenjataan antara Iran dan Rusia melewati jalur Laut Kaspia.
