![]() |
| Dump truck kendaraan pemuat material pertambangan | Foto: Dewa |
PT Darma Henwa Tbk melakukan diversifikasi usaha besar-besaran demi menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang korporasi. Ketergantungan pada sektor tunggal mulai dikurangi oleh emiten jasa kontraktor pertambangan milik Grup Bakrie ini. Ekspansi ini diwujudkan lewat pendirian tiga anak perusahaan baru secara serentak yang membidangi sektor energi, konektivitas logistik, hingga industri perhotelan.
Strategi Pendapatan Baru dan Keberlangsungan Bisnis DEWA
Manajemen emiten berkode saham DEWA ini meresmikan pembentukan ketiga perusahaan tersebut pada 17 Juli 2026. Direktur dan Sekretaris Perusahaan DEWA, Mukson Arif Rosyidi, menyatakan bahwa ekspansi ke wilayah operasional baru ini menjadi pilar utama investasi perseroan untuk memperlebar sayap bisnis sekaligus memperkokoh fondasi finansial melalui gurita anak usaha. Berdasarkan data yang dikutip dari Investor Daily, korporasi membidik ceruk pasar baru guna mengamankan kontrak-kontrak potensial ke depan.
Langkah penambahan portofolio ini diproyeksikan mampu menopang kemampuan going concern perusahaan dalam jangka panjang dengan menciptakan mesin pertumbuhan pendapatan baru di luar batu bara. Keterangan resmi tersebut telah disampaikan oleh manajemen kepada pihak Bursa Efek Indonesia (BEI).
Detail Operasional Tiga Anak Usaha Baru
Entitas pertama yang dibentuk adalah PT DH Listrik. Perusahaan ini disiapkan khusus untuk memegang kendali operasional pada sektor pembangkitan tenaga listrik, penyediaan pasokan daya terintegrasi, serta lini aktivitas penunjang kelistrikan lainnya. Guna menguasai entitas ini, DEWA menempatkan modal melalui jaringan afiliasinya, yakni PT DH Investindo sebesar 99,90 persen dan PT Cipta Multi Prima senilai 0,10 persen. Perlu diketahui, kedua perusahaan perantara tersebut merupakan anak usaha langsung DEWA dengan kepemilikan mutlak 99,99 persen.
Selanjutnya, perseroan mendirikan PT DH Infrastruktur untuk menggarap sektor logistik dan transportasi laut. Lini usaha perusahaan kedua ini mencakup pengelolaan jasa pelayanan kepelabuhanan laut, bisnis pergudangan, penyimpanan barang, hingga angkutan laut domestik untuk kargo umum maupun muatan khusus. Entitas ini juga diarahkan untuk mengoperasikan jasa penunjang transportasi perairan dan angkutan darat. Skema kepemilikan saham di PT DH Infrastruktur dirancang identik dengan PT DH Listrik, di mana DEWA menguasai penuh 100 persen saham secara tidak langsung lewat PT DH Investindo dan PT Cipta Multi Prima.
Struktur Kendali Langsung di Bisnis Kelistrikan dan Perhotelan
Berbeda dengan pola kepemilikan dua entitas sebelumnya, struktur berbeda diterapkan pada korporasi ketiga, yaitu PT DH Arunika Hospitality. Pada perusahaan yang membidangi sektor pariwisata ini, induk emiten memilih memegang kendali secara langsung dengan kepemilikan mayoritas 99,90 persen saham, sedangkan sisa 0,10 persen diserahkan kepada PT Cipta Multi Prima.
PT DH Arunika Hospitality disiapkan untuk mengeksplorasi bisnis jasa manajemen akomodasi, pengelolaan hotel, penyediaan makanan dan minuman (catering), hingga usaha jasa kebersihan umum. Ruang lingkup bisnisnya dibuat sangat lebar, mencakup konsultasi manajemen pariwisata, perdagangan, serta penyedia jasa penyaluran tenaga kerja sementara untuk kebutuhan industri.
