Departemen Luar Negeri Amerika Serikat meminta seluruh warganya yang berada di kawasan Middle East meningkatkan kewaspadaan penuh. Mengutip laporan Detik, pemerintah AS mengingatkan warganya agar bersiap menghadapi potensi pembatalan rute udara, penutupan ruang udara mendadak, hingga gangguan penerbangan di Timur Tengah.
Instruksi ini dikeluarkan setelah menilai kondisi keamanan di kawasan tersebut masih belum stabil dan dapat memburuk sewaktu-waktu. Warga AS yang berada di luar kawasan diminta mempertimbangkan kembali rencana perjalanan yang melintasi atau menuju wilayah Timur Tengah.
Potensi Serangan Terhadap Fasilitas Diplomatik
Peringatan perjalanan (travel advisory) tingkat global yang diterbitkan Deplu AS ini terbilang jarang terjadi. Langkah ekstrem ini diambil menyusul peningkatan ketegangan politik dan militer yang berisiko meluas ke berbagai negara lain.
"Fasilitas diplomatik AS, termasuk di luar Timur Tengah, telah menjadi target. Iran dan kelompok-kelompok yang mendukung Iran mungkin menargetkan kepentingan AS lainnya di luar negeri atau di lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat dan warga Amerika di seluruh dunia," tulis Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia dalam keterangannya.
Imbauan Pantau Jalur Informasi Resmi
Seluruh warga Amerika diminta terus memantau pembaruan informasi dari kedutaan besar, konsulat, otoritas lokal, serta media massa secara berkala. Ketatnya imbauan ini bertujuan mengantisipasi dampak eskalasi yang dapat berimbas langsung pada keselamatan warga negara AS di mancanegara.