![]() |
| Badan Gizi Nasional menyelamatkan uang negara ratusan miliar rupiah dari 414 dapur Makan Bergizi Gratis yang belum beroperasi namun sempat menerima transfer. |
Uang negara senilai ratusan miliar rupiah berhasil diselamatkan setelah ditemukannya masalah penyaluran dana pada program Makan Bergizi Gratis. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengungkapkan ada 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah menerima transfer dana padahal belum beroperasi sama sekali mengutip laporan ANTARA.
Badan Gizi Nasional (BGN) mendeteksi ratusan dapur tersebut memiliki rekening virtual ganda. Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan menarik kembali seluruh dana yang sempat cair ke kas negara.
Evaluasi Puluhan Ribu Dapur Makan Bergizi Gratis
Penyelamatan anggaran ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang menyasar hampir 28.000 SPPG di seluruh Indonesia. Evaluasi berjalan di bawah kepemimpinan Kepala BGN terdahulu, Nanik Sudaryati Deyang. BGN menerapkan 11 langkah reformasi untuk memperketat akuntabilitas program udara ini.
BGN memetakan sekitar 3.000 dapur untuk diklasifikasikan berdasarkan standar kualitas serta keamanan pangan. Pengembangan jaringan dapur berikutnya diarahkan untuk memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pembenahan internal juga melibatkan pembentukan 11 tim reformasi yang diisi oleh tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga.
Estafet Kepemimpinan Baru BGN
Proses pembenahan tata kelola program ini sekarang berpindah ke tangan Sudaryono. Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk mantan Wakil Menteri Pertanian tersebut sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Nanik Sudaryati Deyang.
Muhammad Qodari menegaskan bahwa pergantian pimpinan ini sengaja dilakukan agar BGN dapat bekerja lebih lincah dan cepat merespons kendala di lapangan. Pemerintah memastikan pergantian struktural tidak mengubah target utama jalannya program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
