![]() |
| Prediksi IHSG hari ini bergerak konsolidasi pada rentang 6.450–6.570. Investor mencermati rilis data inflasi domestik dan PMI manufaktur global. | Ilustrasi Foto dok: kabar Bursa |
Executive Summary ▼
- Prediksi IHSG hari ini bergerak konsolidasi di rentang support 6.450, pivot 6.500, dan resistance 6.570 pada perdagangan Selasa, 1 September 2026.
- Rilis data inflasi Indonesia bulan Agustus 2026 diproyeksi naik ke level 0,2% MoM atau 3,13% YoY, diiringi estimasi defisit neraca perdagangan Juli sebesar US$ 0,3 miliar.
- Analisis teknikal menunjukkan posisi IHSG masih bertahan di atas MA5 dengan indikasi reversal pada indikator Stochastic RSI.
Prediksi IHSG hari ini, Selasa (1/9/2026), diperkirakan mengalami fase konsolidasi dalam rentang support 6.450, pivot 6.500, dan resistance 6.570. Pergerakan indeks tertahan menyusul penantian pelaku pasar terhadap rentetan rilis indikator ekonomi utama domestik dan mancanegara.
Secara teknikal, pergerakan indeks masih terkonfirmasi berada di atas garis Moving Average 5 (MA5). Indikator Stochastic RSI mulai menunjukkan sinyal reversal di area pivot. Kondisi ini mengindikasikan adanya potensi pembentukan pola pembalikan arah dari penutupan perdagangan sebelumnya yang naik 0,11% ke posisi 6.525,48.
Dari kawasan Asia dan Eropa, indikator manufaktur dan inflasi turut memengaruhi sentimen:
| Wilayah / Negara | Indikator Ekonomi | Proyeksi / Estimasi | Periode Sebelumnya |
|---|---|---|---|
| 🇨🇳 China | RatingDog Manufacturing PMI | 51,0 | 50,9 (Juli) |
| 🇯🇵 Jepang | Indeks Consumer Confidence | 35,0 | Naik tipis |
| 🇪🇺 Area Euro | Inflasi YoY | 3,3% | 2,9% (Juli) |
| 🇺🇸 Amerika Serikat | ISM Manufacturing PMI | 55,2 | 55,6 (Juli) |
| 🇺🇸 Amerika Serikat | Jobs Opening | 7,3 juta | 7,36 juta (Juni) |
Sentinel Ekonomi Domestik dan Global
Perhatian pasar domestik tertuju pada angka inflasi Indonesia Agustus 2026 yang diperkirakan naik ke 0,2% MoM (3,13% YoY) setelah sempat menyentuh deflasi 0,14% MoM pada Juli. Inflasi inti turut diproyeksikan merangkak naik ke level 2,8% YoY.
Data lain yang dipantau mencakup neraca perdagangan Juli 2026 yang diestimasi masih mencatatkan defisit sebesar US$ 0,3 miliar, meskipun membaik dibanding defisit Juni sebesar US$ 0,45 miliar. Kinerja impor diperkirakan masih tumbuh lebih tinggi dibandingkan ekspor. Indeks PMI Manufacturing Indonesia diproyeksi naik tipis ke angka 50,5 dari posisi 50,2 pada bulan sebelumnya.
Rekomendasi Saham Pilihan
Mempertimbangkan dinamika pasar menjelang pengumuman data makro, Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini:
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)
PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL)
PT Elnusa Tbk (ELSA)
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
Goresan performa indeks sebelumnya mencatat kenaikan kumulatif 4,64% MoM sepanjang Agustus 2026, walaupun posisi secara tahun berjalan (year-to-date) masih terkoreksi sebesar 24,53%.
