![]() |
| Presiden Prabowo Subianto mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin datang ke Indonesia usai lima kali melakukan pertemuan selama dua tahun masa jabatannya. |Foto: Youtube Setpres |
Executive Summary ▼
- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan undangan terbuka agar Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan balasan ke Indonesia.
- Pertemuan di Vladivostok menjadi momen kelima Prabowo berhadapan dengan Putin serta kunjungan duanya ke Rusia sepanjang tahun ini.
- Pembahasan tema The Far East: Development for the Benefit of People ditegaskan sejalan dengan amanat yang diterima Prabowo dari masyarakat Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto mengutarakan keinginan menyambut kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungan balasan ke Indonesia. Undangan terbuka tersebut diumumkan sewaktu menyampaikan pidato pada perhelatan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Langkah diplomasi ini mengemuka seiring intensnya hubungan bilateral kedua pimpinan negara. Prabowo mencatat pertemuannya dengan pimpinan tertinggi Rusia tersebut telah berulang beberapa kali sejak ia menduduki kursi kepresidenan.
"Ini adalah kelima kalinya sejak saya menjabat Presiden Indonesia saya bertemu dengan Presiden Putin. Saya berharap dapat membalas keramahan yang diberikan Presiden Putin kepada saya, kepada Anda sekalian di Indonesia," tutur Prabowo di hadapan peserta forum.
Diplomasi Dua Tahun Masa Jabatan
Forum di Vladivostok menandai kedatangan kedua Prabowo ke kawasan Rusia sepanjang tahun berjalan. Memimpin negara berkekuatan 290 juta jiwa selama hampir dua tahun, ia menilai kawasan pelabuhan timur Rusia memiliki posisi geopolitik krusial.
"Di sini, di Vladivostok, kita berdiri di gerbang Pasifik. Saya menjadi Presiden Indonesia, sebuah negara dengan 290 juta penduduk, hampir dua tahun yang lalu. Namun ini sudah merupakan kunjungan kedua saya ke Rusia tahun ini," tegasnya.
Keselarasan Mandat Rakyat dan Tema Forum
Isu pembangunan masyarakat menjadi penekanan utama pidato kepresidenan tersebut. Prabowo menggarisbawahi tajuk EEF ke-11, The Far East: Development for the Benefit of People, bukan monopoli agenda kawasan Rusia semata.
Prabowo menilai spirit penataan wilayah demi kemaslahatan publik selaras dengan amanat kepemimpinan yang ia emban di tanah air.
"Yang Mulia, tema forum ini adalah 'The Far East: Development for the Benefit of People'. Saya harus menyampaikan kepada Anda bahwa ini bukan hanya tema Timur Jauh Rusia. Ini juga merupakan mandat yang diberikan kepada saya oleh rakyat Indonesia," ujar Prabowo.
