Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

|

Connect With Us

News

PBB Adopsi Proyeksi Equal Earth, Peta Dunia Baru Tampilkan Ukuran Afrika Asli

majelis-umum-pbb-memilih-untuk-mengganti-peta-dunia-tradisional-dengan-peta-yang-lebih-akurat-mencerminkan-ukuran-benua-afrika
Majelis Umum PBB menyetujui resolusi koreksi peta dunia baru dengan proyeksi Equal Earth. Ukuran benua Afrika kini tampil lebih besar sesuai proporsi aslinya. | Foto: BBC via Detik
Executive Summary
  • PBB mengadopsi penggunaan peta dunia baru berbasis proyeksi Equal Earth yang menampilkan ukuran benua Afrika secara lebih presisi.
  • Resolusi disetujui oleh 164 negara anggota setelah diusulkan oleh Togo dan didukung penuh Uni Afrika, sementara Amerika Serikat menjadi penolak tunggal.
  • Penggunaan peta Mercator sejak 1569 dinilai memicu distorsi geografi karena menggambarkan luas Afrika setara dengan Greenland, padahal aslinya 14 kali lebih besar.

idnwire.com — Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui resolusi koreksi peta dunia baru berbasis proyeksi Equal Earth dalam pemungutan suara pada Jumat. Hasil keputusan melansir laporan BBC menunjukkan 164 negara mendukung perubahan visualisasi geografi ini, sementara enam negara memilih abstain dan Amerika Serikat menjadi satu-satunya pihak yang menolak.

Langkah diplomatik yang diawali oleh usulan Togo ini mengakhiri dominasi peta Mercator rancangan kartografer Flandria, Gerardus Mercator, yang telah dipakai sejak 1569. Peta Mercator selama ini mengaburkan luas wilayah sebenarnya di dekat garis khatulistiwa. Pada peta lama tersebut, Afrika terlihat seukuran dengan Greenland, padahal daratan Afrika riilnya 14 kali lebih luas.

Distorsi Proyeksi Mercator dan Resolusi Uni Afrika

Peta Mercator yang dibuat untuk navigasi pelayaran abad ke-16 mempertahankan sudut garis tegak lurus dengan mengorbankan proporsi area. Wilayah di dekat kutub membesar secara tidak proporsional, sedangkan kawasan tropis mengecil. Tim kartografer merancang proyeksi Equal Earth pada 2018 sebagai solusi ilmiah atas masalah tersebut. Sebanyak 54 negara anggota Uni Afrika telah mengadopsi peta ini pada Februari lalu.

Kelompok kampanye #CorrectTheMap memaparkan data visual bahwa daratan Afrika sesungguhnya mampu memuat wilayah Amerika Serikat, China, India, Jepang, Meksiko, serta mayoritas daratan Eropa sekaligus. Geografer asal Kenya Kioko Muendo menegaskan bahwa distorsi visual selama abad berabad telah mengecilkan potensi ekonomi, populasi, dan sumber daya alam Afrika di mata dunia. Anggota Africa No Filter Lerato Mogoatlhe menyebut representasi keliru ini sebagai bentuk disinformasi kartografi tertua yang berdampak pada narasi global.

Sikap Internasional dan Penolakan Amerika Serikat

Dukungan Eropa diwakili oleh Menteri Eropa dan Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot yang mengumumkan kementeriannya menyetop penggunaan peta Mercator. Prancis memandang penyesuaian visual ini sebagai tindakan penegakan kebenaran sejarah. Menteri Luar Negeri Togo Robert Dussey melayangkan pernyataan kepada Reuters menjelang pemungutan suara bahwa keadilan global harus dimulai dari representasi peta yang adil.

Satu-satunya penolakan resmi datang dari utusan Amerika Serikat Yaryna Ferencevych. Pihak AS menganggap perdebatan proyeksi peta abad ke-16 mengalihkan fokus Majelis Umum PBB dari isu perdamaian dan keamanan internasional. Sikap keras AS ini menyusul penolakan serupa pada Maret lalu saat PBB mengesahkan resolusi yang menetapkan perdagangan budak transatlantik sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Keputusan sidang PBB kali ini tidak memiliki kekuatan hukum mengikat, namun dipastikan mengubah standar pemetaan instansi secara global.

Penulis/Editor: Budi Siswanto
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...

Info Gawai

Memuat artikel terbaru...
Advertisement 5
Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia