![]() |
| Presiden Prabowo Subianto meminta warga di Jakarta, Banten, dan Lampung memperketat protokol kesehatan serta menjauhi zona bahaya erupsi Gunung Anak Krakatau. | Foto: Youtube Setpres |
Executive Summary ▼
- Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu imbauan resmi Presiden Prabowo Subianto agar warga mematuhi zona bahaya dan batas aman.
- Wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan pesisir Selat Sunda diminta meningkatkan kewaspadaan dari ancaman sebaran abu vulkanik.
- Lembaga lintas sektor seperti BNPB, BMKG, Kemenkes, Kemenhub, TNI, dan Polri dikerahkan untuk penanganan bencana secara intensif.
idnwire.com — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengetatan kesiapsiagaan wilayah merespons erupsi Gunung Anak Krakatau. Warga di kawasan Jakarta, Banten, Lampung, dan pesisir Selat Sunda diminta tidak mendekati lokasi bencana dan sepenuhnya mematuhi radius batas aman yang ditentukan otoritas berwenang.
Keterangan resmi Sekretariat Presiden melalui akun Instagram @presidenrepublikindonesia pada Minggu (6/9/2026) menegaskan, warga yang beraktivitas di luar ruangan wajib menggunakan masker atau alat pelindung pernapasan. Langkah pencegahan ini krusial untuk mengantisipasi risiko paparan abu vulkanik di kawasan terdampak.
Mobilisasi Lembaga Lintas Sektor
Kepala Negara menginstruksikan kerja gabungan BNPB, BMKG, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Kementerian Kesehatan, hingga Kementerian Perhubungan. Seluruh jajaran diperintahkan memantau perkembangan aktivitas vulkanik secara intensif sekaligus menyalurkan bantuan darurat bagi masyarakat.
Pemantauan pergerakan Gunung Anak Krakatau dilakukan secara berkala dari waktu ke waktu. Pemerintah menempatkan perlindungan warga sebagai fokus utama operasi penanganan bencana ini.
Imbauan Kewaspadaan Kawasan Terdampak
Masyarakat diminta tidak panik namun tetap mempertahankan tingkat kewaspadaan tinggi. Pemerintah terus memantau eskalasi situasi di lapangan guna menentukan keputusan susulan sesuai tingkat ancaman erupsi.
"Presiden mengimbau seluruh masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan," demikian kutipan pernyataan resmi akun @presidenrepublikindonesia.
