Executive Summary ▼
- Pasukan dirgantara IRGC melancarkan serangan rudal balistik Iran yang menyasar kapal induk serta kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat.
- IRGC mengklaim armada tempur AS mengalami kerusakan dan mundur, sedangkan CENTCOM menegaskan kapal berhasil menghindar tanpa timbul korban jiwa.
- AS membalas operasi militer tersebut dengan menyerang tiga kapal tanker minyak mentah milik Iran di tengah Eskalasi Selat Hormuz.
idnwire.com — Unit pasukan dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangan rudal balistik Iran yang menyasar satu kapal induk dan satu kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat. Pernyataan resmi IRGC pada Ahad dini hari waktu setempat melansir laporan IRNA menyebut armada militer AS tersebut mengalami kerusakan hingga terpaksa mundur keluar dari area pertempuran.
Tindakan militer ini diambil setelah armada AS dituduh mengganggu pelayaran kapal-kapal Iran dan menerapkan blokade maritim di wilayah perairan tersebut. IRGC juga melayangkan ancaman bakal memberikan balasan lebih berat jika AS terus melanjutkan aksi militernya.
Klaim IRGC dan Bantahan CENTCOM
IRGC menyatakan Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) telah mengonfirmasi bahwa dua kapal perang mereka memang menjadi sasaran tembak. Bagi pihak Iran, pengakuan tersebut menjadi bukti keberhasilan operasi militer di laut.
CENTCOM membenarkan fakta bahwa Iran menembakkan rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut AS yang sedang berpatroli. Versi militer AS menegaskan kedua kapal perang tersebut berhasil menghindar dari hantaman proyektil, sehingga tidak ada personel Amerika yang terluka maupun kerusakan armada.
Baku Tembak Tanker dan Eskalasi Pasca-Februari
Aksi saling hantam di perairan ini merupakan kelanjutan balasan militer. Angkatan Laut IRGC pada hari Sabtu menyasar tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz serta tiga kapal lain yang terhubung dengan AS. Langkah tersebut diklaim sebagai tindakan balasan atas perlakuan Amerika terhadap kapal-kapal tanker milik Iran.
CENTCOM membalas manuver tersebut dengan menggempur tiga kapal tanker minyak mentah milik Iran. Gesekan bersenjata kedua negara terus memuncak secara konsisten sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada Februari lalu.
