| Presiden Prabowo Subianto mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jumat dini hari usai merampungkan kunjungan kerja dan menghadiri EEF ke-11 di Rusia. | Foto: BPMI |
Executive Summary ▼
- Presiden Prabowo Subianto tiba di Jakarta pada Jumat, 4 September 2026 pukul 03.00 WIB setelah menyelesaikan agenda penerbangan dari Vladivostok, Rusia.
- Presiden Vladimir Putin menyebut Indonesia sebagai mitra kunci Rusia di kawasan Asia Pasifik saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo.
- Pidato utama Presiden Prabowo di Eastern Economic Forum (EEF) menekankan pemanfaatan Samudra Pasifik sebagai jalur penghubung ekonomi kedua negara.
idnwire.com — Pesawat yang membawa Presiden Prabowo Subianto mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Penerbangan dari Rusia tersebut merampungkan seluruh agenda diplomasi di Vladivostok. Jajaran pejabat mendampingi kepulangan Kepala Negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pesan Strategis di Eastern Economic Forum
Selama berada di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Di hadapan para pemimpin pemerintahan dan pelaku usaha kawasan Eurasia, Kepala Negara menekankan reinterpretasi geografis kawasan perairan internasional.
“Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita,” tegas Presiden Prabowo dalam pidato resminya.
Pernyataan ini mendorong penguatan konektivitas, perluasan perdagangan, serta pembukaan investasi baru antara Indonesia dan Rusia tanpa menjadikan batas wilayah sebagai penghambat.
Hasil Pertemuan Bilateral dengan Vladimir Putin
Agenda di Vladivostok mencakup dialog bilateral langsung dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin. Dalam forum tersebut, Presiden Putin secara terbuka menyatakan bahwa Indonesia memegang peranan sebagai mitra kunci bagi Rusia di wilayah Asia Pasifik.
Pertemuan kedua kepala negara memfokuskan pembicaraan pada pemantapan hubungan mitra strategis. Sektor kemitraan prioritas yang disepakati meliputi bidang ekonomi, perdagangan, investasi, hingga peningkatan konektivitas fisik dan logistik antarnegara.