Executive Summary ▼
- IRGC menghantam infrastruktur militer lewat serangan pangkalan AS di Yordania menggunakan rudal dan drone gabungan.
- Operasi militer ini diberi sandi Muhammad ibn Abdullah (AS) sebagai pembalasan atas serangan di Pulau Larak, Selat Hormuz.
- Target utama penghancuran mencakup fasilitas pemeliharaan dan pangkalan jet tempur di King Hussein serta Al-Azraq.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangan pangkalan AS di Yordania yang menyasar infrastruktur teknis, fasilitas pemeliharaan, dan lokasi pengerahan jet tempur musuh, melansir laporan Tasnim News. Operasi gabungan tersebut diklaim menimbulkan kerusakan signifikan pada fasilitas militer Washington.
Pilihan Sasaran Militer di King Hussein dan Al-Azraq
Gempuran diarahkan langsung ke pangkalan udara King Hussein dan Al-Azraq. Departemen Hubungan Masyarakat IRGC mengonfirmasi bahwa pengerahan kekuatan ini memanfaatkan kombinasi rudal dan drone presisi tinggi untuk melumpuhkan kemampuan proyeksi kekuatan Amerika Serikat dari wilayah Yordania.
Reaksi Atas Insiden Berdarah di Selat Hormuz
Aksi militer dieksekusi hari Senin pagi sebagai reaksi langsung atas agresi militer yang menewaskan dan melukai sejumlah pejuang serta warga Iran. Insiden pemicu terjadi pada Minggu malam di Pulau Larak yang terletak di jantung koridor energi Selat Hormuz. Pihak berwenang menegaskan kendali jalur air vital tersebut merupakan masalah keamanan nasional tanpa toleransi terhadap intervensi kekuatan asing.
Sandi Operasi Muhammad ibn Abdullah dan Peringatan Keras
Komando militer Iran menyematkan sandi Muhammad ibn Abdullah (AS) pada operasi gabungan tersebut. Otoritas pertahanan menegaskan bahwa setiap tembakan musuh akan dibalas dengan kekuatan jauh lebih besar. Kebijakan ini memastikan bahwa seluruh pelanggaran teritorial di perairan strategis Teluk Persia bakal menghadapi respons militer setimpal tanpa kompromi.
